Friday, September 2, 2016

Artikel Asal Usul, Dan Budi Daya Pohon Manggis di Indonesia

Manggis sudah sangat populer dengan kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Terutama kandungan anti oksidan dan anti inflamasi yang ada dalam kulit manggis. Maka tidaklah heran kalau manggis merupakan buah yang sangat mahal harganya di luar negeri. Namun ternyata tidak banyak orang yang tahu asal-usul manggis. Nah dalam artikel ini saya akan mencoba memaparkan Asal-usul manggis dan budi daya pohon manggis.

Artikel Asal Usul, Dan Budi Daya Pohon Manggis di Indonesia

Yuk kita simak di sini pembahasannya

Artikel Asal Usul, Dan Budi Daya Pohon Manggis di Indonesia

Asal Usul Pohon Manggis

Dikutif dari laman wikipedia. com, ternyata manggis atau dengan istilah binomialnya Garcinia mangostana L merupakan salah satu pohon yang tumbuh dan hidup di daerah tropika yang sampai saat ini diyakini berasal dari kepulauan nusantara. Di Indonesia sendiri manggis memiliki beberapa nama seperti di Jawa Barat dikenal dengan nama manggu, sedangkan di Lampung dikenal dengan nama manggus, di Sulawesi dikenal dengan nama manggusto, dan di Sumatera Barat dikenal dengan nama manggista.

Manggis kebanyakan tumbuh di wilayah Asia tenggara. Selain Indonesia, manggis juga banyak ditemukan di daerah Malaysia, thailand, dan India bagian selatan. Kemudian tanaman manggis menyebar kebeberapa wilayah tropis lainnya seperti Australia Utara, Srilangka, dan Kepualauan Karibia.

Manggis merupakan pohon yang dapat tumbuh hingga mencapai 7-25 meter. Ada manggis dengan buah berwarna merah keunguan jika sudah matang dan ada pula yang merah kuitnya. Dalam masyarakat kita buah manggis dikenal dengan ratu buah dengan sejuta manfaat yang terkandung di dalamnya terutama kulitnya. Dalam catatan sejarah manggis diperkirakan sudah hidup sejak ribuan tahun dan menyebar keberbagai daerah dengan perpindahan yang alami, sehingga faktor lingkungan dan genetik inilah yang menyebabkan manggis tumbuh secara beranekaragam. Dan itulah yang terjadi di alam saat ini walau sebenarnya manggis memiliki sifat apomiksis obligat artinya biji tidak berasal dari fertililasi dan diperkirakan memiliki keanekaragaman sempit sehingga manggis diperkirakan hanya memiliki satu klon yang bersifat sama dengan induknya.

Ketika pohon manggis mulai berbuah, buah muda manggis awalnya akan berwarna hijau pucat bahkan hampir putih, dan pada saat demikian tidak memerlukan air untuk penyiraman. Dan ketika buah manggis sudah besar sekitar 2-3 bulan maka kulitnya akan menjadi hijau gelap. Nah pada periode ini sampai mateng kulit buahnya akan tetap keras dengan diameter luar sekitar 6-8 cm.

Dalam beberapa literatur tercatat bahwa manggis pertamakali ditemukan dan dibudidayakan di daerah tropis dalam waktu yang cukup lama oleh penjelajah prancis bernama Laurent Garcin sekitar tahun 1683-1751. Dan penamaan manggis dengan nama Garcinia Mangostana diambil dari sang penemu tersebut.

Budi Daya Pohon Manggis

Walau pun pada pertama kalinya manggis dianggap tumbuhan liar yang hidup di hutan-hutan tropis, namun ternyata manggis merupakan tanaman budi daya yang bernilai ekonomis tinggi. Karena manggis seperti kita ketahui bukan hanya dimanfaatkan sebagai buah konsumsi yang segar, manis dan banyak mengandung nutrisi, tapi juga kulit manggis sangat berguna untuk bahan baku pembuatan obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit. Karena itulah permintaan atau kebutuhan manggis sangat besar sehingga menjadi peluang bagi para petani untuk membudidayakan pohon manggis secara intensif dan benar. Bukan hanya tujuan pasar domestik tetapi kita harus sudah berpikir jangka panjang untuk tujuan ekspor. Maka investasi budi daya manggis harus jadi prioritas dan harus mendapat suport yang baik dari pemerintah dalam hal ini kemterian pertanian.
Kalau kita menengok negara tetangga seperti Thailand, mereka sudah menjadikan manggis sebagai komoditi ekspor yang dibudidayakan secara intensif dan mereka dapat menghasilkan buah dengan kualitas baik dan mulus. Untuk masa yang akan datang pemerintah Kerajaan Thailand telah mencanangkan buah manggis menjadi salah satu andalan ekspor. Maka tidak heran di bagian selatan negara itu seperti di Chanthaburi, Trat, Chumphon, Suratthani, Nakhon Srithammarat, dan Rayong, berkembang subur perkebunan manggis yang dikelola secara intensif.
Bagaimana cara budi daya manggis yang baik dan benar? Berikut caranya:

Persiapan Lahan Manggis

Pada lahan yang subur sebaiknya dicangkul dulu secara keseluruhan, kemudian lahan yang sudah dicangkul biarkan beberapa hari. Setelah itu baru dibuat lubang dengan ukuran sebaiknya 50 cm x 50 cm x 50 cm dengan jarak tiap lubang tanam sekitar 10 m. Pisahkanlah lapisan tanah bagian atas dan dalam. Lalu lapisan tanah bagian atas dicampur dengan kompos daun dan pupuk kandang atau pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1. Setelah tercampur secara merata masukan kembali ke dalam lubang kemudian tutupi dengan tanah bagian bawah hingga rata dengan mulut lubang. Kemudian biarkan dulu selama beberapa hari kira-kira 15-30 hari.

Bibit Pohon Manggis

Sebaiknya gunakan bibit manggis dari biji yang sudah ditanam di polibag atau pot yang sudah berusia 2-3 tahun. Keluarkan bibit yang akan ditanam dari polibag atau pot. Potonglah akar bibit manggis jika sudah panjang keluar dari polibag atau pot. Kemudian tanam bibit manggis di tengah-tengah lubang yang sudah dibuat tadi dan diberi penyangga agar tidak goyah. Setelah ditanam kemudian disiram dengan air secukupnya.
Bibit yang ditanam sebaiknya dinaungi agar tidak terkena sinar matahari secara langsung sehingga kelembaban tetap terjaga sampai tanaman kuat kurang lebih sampai usia dua tahun sejak ditanam. Untuk menaunginya bisa menggunakan daun kelapa atau daun pinang. Kemudian lakukan penyiraman secara rutin dan teratur. Apabila tekstur tanahnya liat dan lengket sebaiknya pohon manggis mendapat naungan selama hidupnya agar tanahnya tidak mudah pecah dan kelembabannya tetap terjaga.

Lakukan Pemupukan Manggis

Kapan dilakukan pemupukan sebaiknya? Sebaiknya berikan pupuk organik secara banyak dan dominan. Semakin besar pohon maka jumlah pupuk pun semakin banyak. Di samping itu lakukan juga pemupukan dengan pupuk buatan yaitu NPK dengan perbandingan 10:10:14 sebanyak 2 kali selama satu tahun. Tapi untuk awal-awal berikan pupuk buatan NPK sedikit dan dapat ditingkatkan sesuai pertumbuhan manggis.
Pupuk buatan diberikan dengan cara membuat lubang-lubang di sekeliling pohon dengan jarak 60 cm sedalam 3-6 cm. Taburkan pupuk secara merata pada lubang kemudian tutup kembali dengan tanah lalu siram dengan air secukupnya. Dan setelah manggis besar dan dewasa lakukan pemupukan baik pupuk organik atau pupuk buatan hanya ketika pohon berbunga jatuh pada musim kemarau. Dan pemupukan dilakukan juga setelah buah dipanen dan ranting-ranting dipotong biasanya pada musim hujan.

Penyiangan dan pemangkasan Manggis

Jika ada gulma yang tumbuh sebaiknya cepat dibuang. Untuk menghindari tumbuhnya gulma sebaiknya lakukan tumpang sari dengan tanaman sayuran atau pohon yang cepat berbuah untuk menutupi area tersebut. Dan setelah buah manggis dipanen sebaiknya lakukan pemotongan ranting-ranting yang kembar, ranting yang sudah tua dan tidak akan berbuah lagi.

Demikian pembahasan dari kami Manfaat2.com yang berjudul artikel asal usul dan budi daya pohon manggis. Semoga menambah pengetahuan anda yang sedang merencanakan budi daya manggis.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner